Lihat Gerhana Bulan

Dua hari lalu, dapet kesempatan berharga! Lihat gerhana bulan di planetarium! Berawal dari ada yang share poster publikasi observasi gerhana bulan parsial di sebuah grup line. Tanpa pikir panjang, langsung "Ih seru banget!". Kebetulan juga, planetarium (mau Cikini atau Bosscha) sudah jadi wishlist ku dari awal tahun lalu. Sebenarnya udah pernah ke planetarium saat SD, tapi itu kan SD ketika ku juga belum kenal amazingnya luar angkasa. Belum pernah pas ku udah belajar ilmunya, udah tahu nama-nama bintang, udah bisa baca rasi bintang. Sebenarnya pengen coba ke Bosscha kunjungan malam (kan ada Bosscha kunjungan malam pada tanggal tertentu bulan April - September. More info : Bosscha), tapi waktu ke Bandung gak pas sama jadwal Bosscha.



Tanpa pikir panjang, langsung daftar deh. Terbatas cuma 200! Kita gatau loh jumlah yang baca publikasi di Jabodetabek berapa orang. Terus langsung ajak si adik biar diizinin. Berhubung dia juga libur dan kayaknya suka sains kayak ini. Btw kegiatan ini gratis. Jadi mikirnya "Ya kapan lagi" Ini kita masuk lewat undangan yang limited cuman buat 200 orang aja. Weyy biasanya masuk planetarium beratus-ratus orang, ini gak rame. Panitia dari planetarium bahkan sampai kasih goodie bag. Ku gatau apakah emang begini biasanya tapi... niat banget.



Guide book - Stiker - Peta fase bulan - Peta bintang

Acara pertamanya itu lecturing mengenai benda-benda langit dan gerhana. Lecturing ini diadain di ruangan teater bintang. Kalo pernah nonton La La Land scene Emma Stone dan Ryan Gosling nari sampai terbang itu, nah ruangannya persis kayak gini. Posisi kita kayak rebahan dan slidenya di atas. Yang agak disayangkan disini adalah penyajian slidenya masih yang pakai slide lama--pakai wordart. Agak boring dan bahasanya sulit dipahami untuk anak-anak--banyak keluarga yang bawa anaknya kesini. Tapi materinya bagus banget, sangat edukatif.

Puncaknya adalah lihat gerhana bulan pake teleskop. Di rooftop planetarium disediakan lima teleskop dengan berbagai lensa dan perbesarannya, bahkan sampai binocular. Ku gak nyatet apa aja teleskopnya. I was too excited seeing this. Lihat bulan dengan permukaannya yang bopeng-bopeng. Itu jelas banget. Lihat bulan yang cerah terus dekat aja seneng banget, apalagi lihat yang real gini. Ku sampai pindah-pindah teleskop aja dari bulan masuk umbra sampai keluar umbra. Di rooftop itu rame juga sama wartawan dari berbagai media massa. Oiya selama pakai teleskop, kita ditemenin sama Himpunan Astronomi Amatir Jakarta. Kalau nanya, langsung dijawab sama orang-orang ini.




Yang pasti ku senang banget dan baru tau kalo ada wisata edukasi kayak gini. Ku merasa kurang banget informasi untuk wisata edukasi gini. Updatenya wisata kuliner sama wisata mall haha anak millenial. Bagus banget buat anak-anak, mereka bisa learning by doing jadi wawasan akan lebih nyantol. Harapannya semoga banyak (atau ku banyak tau) tentang wisata edukasi gini. Kebayang gak tempat-tempat kayak planetarium atau museum kalo bikin wisata edukasi secara berkala. Jadi akan anak-anaknya bisa cerdas yg bukan hanya belajar dari buku doang. Orang beranjak gede kayak aku pun bisa happy selain wisata mall saja


Foto dari salah satu teleskop

Tidak ada komentar:

Posting Komentar