Menjadi Perasa

10:00 pm

Aku lelah menjadi perasa.
Aspek dunia berhasil kumaknai,
dengan tepat.
Mungkin perlu sedikit sorakan karenanya?

Tepatnya hingga menusuk.
Beruntung jika sesuai ekspektasi.
Terluka dalam jika tidak sesuai,
sebab hanya terima yang bisa dilakukan.

Terima dalam perilaku,
tidak terima dalam hatiku.

Menelusuri muasalnya, hanya kau yang tahu caranya.
Membuatku bungkam karena sadar, hany kau yang bisa.
Menerka dan menawarkan solusi, hanya kau yang paham.

Kapan aku tahu caranya?
Kapan aku bisa?
Kapan aku paham?

Ketika kau duduk di depanku,
dengan secangkir coklat,
ditemani jingganya senja,
tanpa terusik mendengar kisahku.

You Might Also Like

0 comments